Friday, February 19, 2010

Amulet









:PYO

diamku adalah mantra
pertentangan jangan dilahirkan
pada sunyi aku menghitung langkah
hapusi jejakmu yang membatu candi
menyingkir dari jalur jalanmu
agar bayang badanku tak menghalangi pandanganmu
jurang dan bukit tampak dihadapanmu
ke puncaknya engkau kan menuju, bukan?
hingga aku akan menjadi pertapa
mengenangkan segala kisah
petualangan kita menjadi melodrama
semoga tanpa air mata
sebab ini hanyalah jalan biasa

Bambuapus 100218

Saturday, January 16, 2010

Déjà vu










diatas hamparan rumput surga
jiwa terlentang tak berdaya
kehilangan dimensi ruang
dimensi waktu
aku menjadi milik ketiadaan
terjebak pada mummy kenangan
malam malam dan siang siang menjadi tidak asing lagi
berisi hal yang sama laksana bermimpi;
iblis iblis yang tak baik hati

Bambuapus - 100115

Friday, January 15, 2010

Pagi Pertama










lunas tugas semalam
menyimpulkan jutaan pertanyaan
dengan satu jawaban pasti
seberapa penting sebelumnya
sekarang menjadi tidak berguna lagi
bahwa mestinya sudah sejak semula awalnya
tak perlu menanggungkan beban yang tak perlu

pagi pertama berwarna kelabu
seolah olah dunia lahir baru
melupakan adalah hal mustahil
menjadi roman sejarah
kenangan ber-nekrofilia dengan bangkai kebahagiaan

embun yang selalu dirindukan tak juga datang
sedangkan matahari kian meninggi
menyibakkan semua yang tersembunyi
dan pagi pertamapun beranjak cerah...

telah dikemas mimpi di malam terakhir sebagai ajaran;
bahwa menjadi bijaksana tidaklah bisa secara tiba tiba


Bampuapus – OPP 100115

Usai Sudah










selayaknya engkau tahu
betapa ku mencintaimu
kau tenangkanku dari mimpi burukku
selayaknya kau mengerti
betapa engkau ku kagumi
kau telah tinggal di dalam palung hati

betapa hancur hatiku
melihat engkau bersamanya
namun ku mencoba tuk tegar menghadapinya
jangan kau menangis lagi
tak sanggup aku melihatnya
sekarang kau pilih diriku atau dirinya

kau tuliskan cerita tentang engkau dan dia
yang membuat hatiku semakin terluka
sudah usai sudah cerita engkau dan aku
ku anggap sebagai bingkisan kalbu

(ku tulis cerita tentang aku dan dia
sehingga membuatmu terluka
sudah usai sudah,
jangan menangis lagi
kurasa sampailah di sini)
By: Kangen 'lebay' band

Thursday, January 07, 2010

Luka Batin








lahirlah malam bernafas alam
kenangan menggeliat
lampu jalanan tawarkan cerca
belati menancap di dada
kuhujamkan dalam
tangan gemetaran
menanti keajaiban
peluang kemungkinan tinggal sepah
separoh dunia mati tiba tiba
berhenti diam
terbelenggu bimbang
amarahku bisu
juga rasa bersalah
jadi hakim nurani
tinggal nyeri
mengisi nafas


Pekanbaru 100106

Sunday, January 03, 2010

laknat











matahariku padam
pekat matahati kemudian
ada gerimis menangisi malam
warnanya abu abu
warna airmata bidadari menangisi kekasihnya yang durjana.
kau nyalakan bara pada hamparan sekam
bekas kebakaran musim silam.
apinya kini berkobar
memberongot setiap yang di pandangan
panasnya merubah tulang belulang menjadi abu

mimpi merobek tidur sebelum pagi
dan ribuan belatung merubung kepala
menitipkan bayi bayi iblis
berlarian sepanjang pembuluh darah
sebentar lagi pecah

telah kau sempurnakan luka ini
merubah bentukku menjadi iblis ciptaanmu

Bambuapus, lewat tengah malam 100103

Tuesday, December 29, 2009

Sampah











murka milik masalalu datang menyerbu
lahirkan badai
hidupkan bangkai
mummy mummy bengis
mengumbang ambingkan resah
mempermainkan kebahagiaan
terluka parah
jatuh menjelempah
penuh darah
berdada pecah
hati bernanah
karena amarah membuncah
kalah
dijajah siksa ribuan arah


kamar gelap tanpa cahaya
hujan pertanyaan turun menghujam
laksana serpihan beling dari langit ketujuh
tak bisa mengelak
tak kuasa menolak
jawaban dan pertanyaan bak kemidi putar
yang menjelma puting beliung anakan
dari induknya yang terkubur pura pura mati
suara suara menghuni kepala; tak lewat telinga
jiwa telah kehilangan kebaikannya
ketika titian hati tempat luka bersandar runtuh jadi sampah


Gempol 091230

Sunday, December 20, 2009

kata terakhir










lupakan tentang bentuk penjelasan


rasanya itu tidak lagi diperlukan


sebagai bekal perjalanan menuju depan


cukup kubawa luka hatiku sebagai kenangan





Gempol 091220

limbung








dengan peluru dari masalalu
telah kau robek hatiku
berkeping kini
matikan wujud tinggal serpihan

pada dinding ruang kenangan masih basah tergores kisah
perempuan dan lelaki penduka suatu ketika
lantak oleh khianat cinta
membutakan matahari beratus ratus hari
yang kukisahkan padamu kala itu
sebagai tugu semboyan lambang peringatan
diam diam telah kutitipkan hati rapuhku padamu
yang hari ini telah kau cabik cabik jadi debu
mengehempasku pada dasar kenistaan
wahai pribadi yang kupuja tanpa peduli waktu

tipudayamu telah menyemaikan dendam di jiwa karatan
kau buat aku meradang oleh tumpahan kepalsuan
yang kau paksakan;
cerita indah karangan fiksi, pelamur durjana penghina logika
mungkin engkau sudah lupa
aku masih ada sesudah kiamat pertama
dan sekali ini kuterima laknatmu persis ditengah dada yang membara
melimbungkan langkah mencari arah

hingga gelapnya matahati kan menemu cahaya
kuserahkan nasib pada sang waktu
hakim paling adil bagi ketidak adilan ciptaamu
sambil kunikmati ribuan iblis yang menjajah kepala
menusukkan ribuan jarum ke jantungku
aku terkapar oleh permainan ciptaanmu
didera hujan beling atas penghianatanmu

Bambuapus 091219

Wednesday, November 04, 2009

Rayu Ratu Kecil










maka
tetaplah telungkup dalam nyamanmu
diayun ayunkan kesadaran yang timbul tenggelam
setelah terpelanting dari tubir langit ke tujuh
nun jauh di roller coaster awang awang
pasrahkan ragamu kepada gravitasi
kuselimuti tubuhmu dengan kasih asmara.
kurabai batinmu dengan siraman cerita pujian
tolong, jadilah ratu kecilku yang penurut kali ini saja
kutunaikan segala inginmu yang kumampu
kulunaskan segala pintamu yang kusanggup
tak ada hal yang tak kau sukai akan terjadi padamu
sebab aku ada disini mengampumu
menjaga raga dan rasamu sebagai hormatku padamu

- engkaukah itu lelaki elokku ? -

Aku hanyalah air
Tawar transparan
Mengikutkan setiap lekuk bentuk dan rasa
Atas indah hadirmu yang tiba tiba

Kau tahu?
Aku menjadi sebutir debu ditumbuk pandang mata sipitmu
Siang itu di kursi tamu berwarana hitam,
tempat nyaman di lobby kantormu...

Bambuapus - 090908

Wednesday, September 23, 2009

Negeri Talok

terbaca jejak dari negeri talok
tawa sepanjang jalan meliuk
berdua saja..
mempermainkan mata angin
mengakali bukit bukit menyembul dari persawahan kering
kita menghambur dalam desau angin
tak punya tujuan,
hanya arah yang selalu maju
melintasi kali kali tempat lelaki mandi

dan jalan yang kita lewati
mungkin hanya akan sekali seumur hidup kita lintasi
tetapi kenangannya terpatri abadi
dalam hati..
Tegalwaru - 090923

Thursday, June 04, 2009

Surat Rindu










:
Matamu pedang
Lidahmu pedang
Suaramu pedang
Terselip di tubir pinggang
Mengayun bersama irama rindu dendam
Membabat tangkai jantung
Rebah ke harap pelukan
Bersama bisik menghambur
adukan perihnya mendamba sebuah pertemuan
ketika jarak tak mampu terangkai hanya dengan huruf huruf

Kasihmu pedang
Menikamku mati diam diam...

Bandung, 04 Juni 2009

Friday, January 30, 2009

Peronda tua








di tikungan terakhir usai hujan
peronda tua lelap di gardu tua
dalam pelukan sarung
ketika malam melewati pertengahan
nyanyian nasib membuai gelap
berharap tak bermimpi
berharap hari lekaslah pagi
biar logika belajar terima
bahwa angka angka menjadi tuan atas nasib badan

peronda tua
dan
gardu tua
dua duanya isi jakarta
kesepian yang tak terceritakan
hanya catatan melulu berisi nestapa
lepaskan lelah oleh rasa kalah
mengharap embun luruh di mimpi senja
agar sejuknya sampai ke dada
lupakan sejenak iri
lupakan sejenak saja

lelaki kumuh berkilap peluh
melintas bisu sepulang kerja
melintasi gardu tua
melintasi peronda tua
melintas tanpa menyapa
padahal malam begini tua…


Kampung Rambutan - 090130

Sunday, December 14, 2008

Perpisahan












:TZ


menghayati perih
perpisahan
dalam perasaan,
hati tercabik
menyebabkan luka
ngilunya memastikan
hidup masih ada
hati masih hidup

jarak telah mencincang
keteguhan diripun runtuh seketika
airmata membanjir tumpah
seolah selaput mata telah pecah
mulut mandul tak lahirkan bicara
kata kata mati terkunci
dalam peti di bilik jantung

kepergian memang menyakitkan
sedangkan percakapan
hilang terbawa angin
tinggal duka jadi peneman
berharap entah ada perjumpaan

hai gadis malang
ampuni aku
atas sakit yang kau tanggungkan

Duri – Pekanbaru 081213

Thursday, October 16, 2008

Fantasi













Di sunyiku seribu wujudmu merayu
aku menjadi singa lapar didalam jeruji
terkurung oleh imaji yang mengamang
digaris kenyataan
keseluruhannya tentangmu


Sore tadi,
telah kupunggah hasrat asmaraku yang mandul
diterkam gerhana dua tahun silam
khayal tentangmu membunuh kantuk
menyajikan malam dengan berjuta rekaan
jika engkau disampingku


Biar saja kuikuti kuasa bayangmu
mengayunkan bunga angan surgawi
melanglang diantara ketidaknyataan indahaku
menjadi asap peneman malam
yang melulu berisi rindu,
hingga subuh membanting diri dalam kenyataan dunia,

: kita tidak sedang bersama


Jogya 080908

Tuesday, September 09, 2008

Kemarau









Perdesaan kering ditikam kemarau
pepohonan kukuh diatas tanah batu
akarnya menggenggam karang
setia menghisap penghidupan dan pengharapan

Tanah tanah sawah bercelah belah,
menghampar digarisi parit parit masa silam
tak ada jejak air
gersang semata pemandangan pejalan

perempuan peziarah bersolek gambir
berjalan bimbang ditepian dadah
memetik randu
mumpung hujan masih jauh dari bubungan

doa doa mengepul bersama debu
bersama bayi bayi baru yang lahir
dari malam kemarau yang dingin membekukan tulang

seorang pengamen di lampu merah
menyanyi sumbang kabarkan haus tanah kelahiran...


Jogya – Gombong 080908

Thursday, September 04, 2008

Kematian








Dingin senyap tanah pekuburan
menebus lunas hutang rindu kampung halaman
sebab segala yang berumah pastilah akan pulang
Sungguh orang mati meninggalkan nama
Batu nisan jadi tanda terakhir
isak pilu menyempurnaan sebuah kesudahan
Ia yang mati hari ini
menjadi debu tertiup angin lalu
Ia yang ditinggalkannya hidup hari ini
mengemas kenangan
membingkai bayangan
tentang seorang yang dengannya cerita hidup terbangun..

Kematian hanya siklus kehidupan
titik ujung dari perjalanan bernama kelahiran
maka, bersedihlah wahai penduka
atas pupus riwayat sebuah nama
simpan semua kisah sekuat ingatan
lalu abadikan dalam nisan batu peneman sang mati

Pulanglah pulang jiwa yang melanglang
teduhkan sukma
dibawah rimbun kamboja,
dalam damai pangkuan ibunda tersayang..


Gempol, 080903

Thursday, July 24, 2008

Sisa Bulan






akhir bulan menjelang
detik detik penghabisan
uang tinggal kenangan

ditelan kebutuhan
diendap keinginan
lapar mata
lapar perut

sejenak melihat keluar
melalui daun pintu
menatap hari depan

asikk tgl 25 gajiannnn...!!


Surabaya 080724

Sisa Malam








udara menggenang
dan malam tak berwarna
laju fikiran
punguti keping sejarah
sepanjang hari perjalanan
tinggal kerikil
mengendap jadi renungan



Surabaya 080723

Tuesday, July 08, 2008

Celaka!











sungguh mati kau rupawan
indah teduh bagai rembulan
membuatku lebih kerdil dari semua orang
bahkan dari nyamuk dan kelelawar
luluh lantak dinding keangkuhan
lumat oleh semerbak angin yang terbawa
bersama derai rambut
dan tatapan setajam karang
aku jadi benci keberadaanmu
yang menyeret angan selalu menuju
sebab hanya tagihan atas kepenasaran menjadi penebus
dan pulang ke jalanan dengan tangan bolong tak menyisakan kenyataan

Sungguh,
puisi ini bukanlah pujian
hanya goresan dari mimpi yang menggubal fikiran
tentang sosokmu yang lusapun tandas
sebab jarum jam tak sudi berhenti berlari
mengukir sejarah dan menciptakan misteri

Tetapi kau memang cantik
membuatku cemburu kepada setiap orang…


Sunter - 080707