poems of buderfly

Tuesday, November 03, 2009

Rayu Ratu Kecil





maka
tetaplah telungkup dalam nyamanmu
diayun ayunkan kesadaran yang timbul tenggelam
setelah terpelanting dari tubir langit ke tujuh
nun jauh di roller coaster awang awang
pasrahkan ragamu kepada gravitasi
kuselimuti tubuhmu dengan kasih asmara.
kurabai batinmu dengan siraman cerita pujian
tolong, jadilah ratu kecilku yang penurut kali ini saja
kutunaikan segala inginmu yang kumampu
kulunaskan segala pintamu yang kusanggup
tak ada hal yang tak kau sukai akan terjadi padamu
sebab aku ada disini mengampumu
menjaga raga dan rasamu sebagai hormatku padamu

- engkaukah itu lelaki elokku ? -

Aku hanyalah air
Tawar transparan
Mengikutkan setiap lekuk bentuk dan rasa
Atas indah hadirmu yang tiba tiba

Kau tahu?
Aku menjadi sebutir debu ditumbuk pandang mata sipitmu
Siang itu di kursi tamu berwarana hitam,
tempat nyaman di lobby kantormu...

Bambuapus - 090908
posted by buderfly at 10:27 PM 2 comments

Wednesday, September 23, 2009

Negeri Talok

: MP
terbaca jejak dari negeri talok
tawa sepanjang jalan meliuk
berdua saja..
mempermainkan mata angin
mengakali bukit bukit menyembul dari persawahan kering
kita menghambur dalam desau angin
tak punya tujuan,
hanya arah yang selalu maju
melintasi kali kali tempat lelaki mandi

dan jalan yang kita lewati
mungkin hanya akan sekali seumur hidup kita lintasi
tetapi kenangannya terpatri abadi
dalam hati..
Tegalwaru - 090923
posted by buderfly at 6:04 AM 0 comments

Thursday, June 04, 2009

Surat Rindu










: Matapedang

Matamu pedang
Lidahmu pedang
Suaramu pedang
Terselip di tubir pinggang
Mengayun bersama irama rindu dendam
Membabat tangkai jantung
Rebah ke harap pelukan
Bersama bisik menghambur
adukan perihnya mendamba sebuah pertemuan
ketika jarak tak mampu terangkai hanya dengan huruf huruf

Kasihmu pedang
Menikamku mati diam diam...

Bandung, 04 Juni 2009
posted by buderfly at 8:34 AM 1 comments

Thursday, January 29, 2009

Peronda tua








di tikungan terakhir usai hujan
peronda tua lelap di gardu tua
dalam pelukan sarung
ketika malam melewati pertengahan
nyanyian nasib membuai gelap
berharap tak bermimpi
berharap hari lekaslah pagi
biar logika belajar terima
bahwa angka angka menjadi tuan atas nasib badan

peronda tua
dan
gardu tua
dua duanya isi jakarta
kesepian yang tak terceritakan
hanya catatan melulu berisi nestapa
lepaskan lelah oleh rasa kalah
mengharap embun luruh di mimpi senja
agar sejuknya sampai ke dada
lupakan sejenak iri
lupakan sejenak saja

lelaki kumuh berkilap peluh
melintas bisu sepulang kerja
melintasi gardu tua
melintasi peronda tua
melintas tanpa menyapa
padahal malam begini tua…


Kampung Rambutan - 090130
posted by buderfly at 10:40 PM 0 comments

Saturday, December 13, 2008

Perpisahan












:Tanty Zahara


menghayati perih
perpisahan
dalam perasaan,
hati tercabik
menyebabkan luka
ngilunya memastikan
hidup masih ada
hati masih hidup

jarak telah mencincang
keteguhan diripun runtuh seketika
airmata membanjir tumpah
seolah selaput mata telah pecah
mulut mandul tak lahirkan bicara
kata kata mati terkunci
dalam peti di bilik jantung

kepergian memang menyakitkan
sedangkan percakapan
hilang terbawa angin
tinggal duka jadi peneman
berharap entah ada perjumpaan

hai gadis malang
ampuni aku
atas sakit yang kau tanggungkan

Duri – Pekanbaru 081213
posted by buderfly at 7:41 PM 2 comments

Thursday, October 16, 2008

Fantasi











:PG


Di sunyiku seribu wujudmu merayu
aku menjadi singa lapar didalam jeruji
terkurung oleh imaji yang mengamang
digaris kenyataan
keseluruhannya tentangmu


Sore tadi,
telah kupunggah hasrat asmaraku yang mandul
diterkam gerhana dua tahun silam
khayal tentangmu membunuh kantuk
menyajikan malam dengan berjuta rekaan
jika engkau disampingku


Biar saja kuikuti kuasa bayangmu
mengayunkan bunga angan surgawi
melanglang diantara ketidaknyataan indahaku
menjadi asap peneman malam
yang melulu berisi rindu,
hingga subuh membanting diri dalam kenyataan dunia,

: kita tidak sedang bersama


Jogya 080908
posted by buderfly at 3:22 AM 0 comments

Monday, September 08, 2008

Kemarau









Perdesaan kering ditikam kemarau
pepohonan kukuh diatas tanah batu
akarnya menggenggam karang
setia menghisap penghidupan dan pengharapan

Tanah tanah sawah bercelah belah,
menghampar digarisi parit parit masa silam
tak ada jejak air
gersang semata pemandangan pejalan

perempuan peziarah bersolek gambir
berjalan bimbang ditepian dadah
memetik randu
mumpung hujan masih jauh dari bubungan

doa doa mengepul bersama debu
bersama bayi bayi baru yang lahir
dari malam kemarau yang dingin membekukan tulang

seorang pengamen di lampu merah
menyanyi sumbang kabarkan haus tanah kelahiran...


Jogya – Gombong 080908
posted by buderfly at 10:53 PM 1 comments

Wednesday, September 03, 2008

Kematian








Dingin senyap tanah pekuburan
menebus lunas hutang rindu kampung halaman
sebab segala yang berumah pastilah akan pulang
Sungguh orang mati meninggalkan nama
Batu nisan jadi tanda terakhir
isak pilu menyempurnaan sebuah kesudahan
Ia yang mati hari ini
menjadi debu tertiup angin lalu
Ia yang ditinggalkannya hidup hari ini
mengemas kenangan
membingkai bayangan
tentang seorang yang dengannya cerita hidup terbangun..

Kematian hanya siklus kehidupan
titik ujung dari perjalanan bernama kelahiran
maka, bersedihlah wahai penduka
atas pupus riwayat sebuah nama
simpan semua kisah sekuat ingatan
lalu abadikan dalam nisan batu peneman sang mati

Pulanglah pulang jiwa yang melanglang
teduhkan sukma
dibawah rimbun kamboja,
dalam damai pangkuan ibunda tersayang..


Gempol, 080903
posted by buderfly at 12:24 PM 0 comments

Thursday, July 24, 2008

Sisa Bulan






akhir bulan menjelang
detik detik penghabisan
uang tinggal kenangan

ditelan kebutuhan
diendap keinginan
lapar mata
lapar perut

sejenak melihat keluar
melalui daun pintu
menatap hari depan

asikk tgl 25 gajiannnn...!!


Surabaya 080724
posted by buderfly at 12:34 AM 2 comments

Wednesday, July 23, 2008

Sisa Malam








udara menggenang
dan malam tak berwarna
laju fikiran
punguti keping sejarah
sepanjang hari perjalanan
tinggal kerikil
mengendap jadi renungan



Surabaya 080723
posted by buderfly at 10:27 AM 0 comments

Tuesday, July 08, 2008

Celaka!









:DKU

sungguh mati kau rupawan
indah teduh bagai rembulan
membuatku lebih kerdil dari semua orang
bahkan dari nyamuk dan kelelawar
luluh lantak dinding keangkuhan
lumat oleh semerbak angin yang terbawa
bersama derai rambut
dan tatapan setajam karang
aku jadi benci keberadaanmu
yang menyeret angan selalu menuju
sebab hanya tagihan atas kepenasaran menjadi penebus
dan pulang ke jalanan dengan tangan bolong tak menyisakan kenyataan

Sungguh,
puisi ini bukanlah pujian
hanya goresan dari mimpi yang menggubal fikiran
tentang sosokmu yang lusapun tandas
sebab jarum jam tak sudi berhenti berlari
mengukir sejarah dan menciptakan misteri

Tetapi kau memang cantik
membuatku cemburu kepada setiap orang…


Sunter - 080707
posted by buderfly at 2:32 AM 0 comments

Friday, February 29, 2008

Hikayat kupu kupu










Dari jauh terbaca sepimu,
dari balik kabut kuciumi aroma kenangan
yang menghambur dalam setiap kata
terucap dan yang terkubur oleh angin dan waktu
Engkaukah itu?
sekelebat bayang yang hinggap diujung bilah pedang kehidupan
mengayun membabibuta?

Kepak sayapmu anggun dalam diam
menghembuskan sejuk lagu lagu
tentang hati kasmaran
melantunkan puisi
tentang rindu karatan
jauh membuaikan pertanyaan demi pertanyaan
yang membatu
diam diam

Biar saja
bersama sunyi yang menjadi raja
kueja setiap butir makna
meski hanya gelap yang terbaca
tinggal getar jiwa yang terasa...
sebaris kata kataku pagi ini
berisi harap akan berdenting mengisi sepimu
hitam warna penderitaan (katamu...)

semalam,
ada bulan sabit yang gemetar melintas diatas atap rumahmu
banyak mengira dia akan tumbang
sedangkan dia punya berabad abad cerita tentang kesepian
andai bisa
kau hamburkan darah dan nafas wangimu di bumiku
agar mampu kurasa nikmatnya derita
ketika hanya sunyi yang bersimaharajalela
dan...
kutitipkan seribu luka luka dari kekalahanku sepanjang jalan
saat itulah,
sepi menjelma jadi kerajaan dan melulu berisi keindahan
oleh manja sang hati...

Jakarta suatu ketika - 2006
posted by buderfly at 2:03 AM 4 comments

Tuesday, February 05, 2008

Semangat terbanglah rendah











(kepadamu yang dulu pernah jadi embunku)

pada kebekuan aku mengadu
atas tetes air hujan yang membatu
mengukir pikiran ketika hari berlaku bagaikan jeda
menunggu kabar baru dari langit tak bertuan
nyatanya hanya mendung yang mengurung kelam
angan angan pecah menjadi beling
mengiring malam yang menggoyang lampion warna warni
disepanjang jalan menuju pagi
rasanya memang angin telah kehilangan tujuan
terbunuh mati oleh musim yang semakin renta menemani bumi
lemah, letih dan sendirian sang matahari kini
berlari menjauhi embun yang mengering oleh hari hari baru
semua orang setiap hari menjadi orang baru

surat cinta yang kutulis seratus tahun lalu
terdampar di lembah sunyi
kehilangan pembaca

pada saatnya seluruh belulang akan melepuh
ketika jaringan otot dan urat mengendur menahan laju usia
bayi bayi baru akan lahir dari rahimmu
menampung tetes demi tetes air mata beruang kutub
yang menjelempah dipangkuan

aku turut bersuka tanpa rasa
atas Harapan Baru tempatmu memuja rasa…


Ciracas, 080205
posted by buderfly at 2:03 AM 0 comments

Wednesday, December 26, 2007

Sapamu









:embun

langit fikiran runtuh
oleh hujan harubiru
dari sapamu yang datang semalam
gemuruh rasa seperti suara jalan raya
pabrik sepi
mati kehilangan geraknya
ada tangis
bahasa sejuta makna

kenangan tentangmu membanjir
menggenangi pagi
suaramu
gerakmu
baumu
mata mungilmu
kaki indahmu
rambut tandukmu yang berwarna entah
dan cinta kasihmu yang melimpah
semua....!

diam diam telah kukurung rindu
supaya kokoh melindungi rapuh hati
selama pergimu
ini dinding itu runtuh
rubuh tak berbentuk
aku menjelempah menjadi ikan dipasir pantai
dihempaskan oleh ombak yang semula membuai

aku hanya kuasa
menyimpan rindu mengusung doa
bagi baik dan bahagiamu disana
...dimanapun engkau berada...
(aku tahu,
engkau selalu ada...)

Ciracas 071228
posted by buderfly at 5:47 PM 2 comments

Tuesday, December 18, 2007

Pasrah









: Huang Fei
lama kurasa sepinya hati tanpa dirimu
lama terasa rindu yang dalam menyiksa jiwaku
lamanya daku kian menahan resah gelisah
yang selama ini selalu saja datang menggoda

dua purnama tanpa terasa berlalu sudah
namun tiada pernah kudengar kabarmu oh, sayang…
mungkin dirimu telah bersama dengan yang lain
hingga diriku begitu saja engkau lupakan

dimana lagi
kemana lagi
harus kucari
tempat untuk bertanya
anginpun tiada
burungpun tiada
semua tiada
bawa berita

kalau begini
terus begini
aku tak tahu
bagaimanakah lagi
biarlah semua akan ku pasrahkan padaNya Illahi

song by : Ermy Kullit
mbun, this song explains a lot of what I have been thinking about you....
posted by buderfly at 12:19 AM 0 comments

Monday, November 26, 2007

Mencarimu dalam diamku











jajak jejak kakimu kujilati
mencari sisa wangi nafas yang dulu membius hati
batu batu mati
pohon pohon beku
dan dedaunan membatu
tinggal kenangan masasilam
terbawa angan diterbangkan musim
bumi menelanmu pergi
menjauh dari hati yang diceraikan
hanya karena harus demikian

sudah kuikut
angin dan musim
menyeret membanting
pasrah pada alam tanpa tuan
menyisir subuh demi subuh
setelah malam malam melengang panjang

hari ini berwarna muram
seperti tidur yang kepanjangan
terbangun dengan ribuan sesal
kutunggu mimpi tentangmu
diantara bangkai waktu yang berserak
menjelempah di pantai rindu
telah tak kutemukan adamu
meski langit dan angin jatuh di ujung nafasku

(jangan terlalu banyak membawa kenangan dalam hidup
…kasihan orang di masa depanmu …)

ciracas 071126
posted by buderfly at 12:56 AM 4 comments

Wednesday, November 21, 2007

Catatan dari pengasingan diri









Arloji mengendap endap dekati senja
Di hati tersisa sampah rasa
Ketiadaan atas masa berjalan
Meninggalkan lubang tanpa warna
memboros usia dalam diam yang menggenang
Pikiran telanjang dikurung dendam
Pena patah
Tangis tak jua tumpah
Buntu mandul dalam kekapan sepi
Maafkan aku dalam pengasingan
Membaca hati sendiri dalam cahaya gelap
Merabai luka demi luka yang tiba tiba terasa kembali
Setelah ribuan tahun pura pura jadi lelaki

Ciracas, 071121
posted by buderfly at 2:22 AM 0 comments

Tuesday, November 20, 2007

Bimbang







mimpi menusuk menjelang pagi
menyisakan resah sepanjang hari
sakit hati tak jua pergi
meski sempurna ditutupi

aku terdiam oleh dendam yang menikam
berlumur angan dengan makian
kubawa melaju sepanjang jalan
membelah angin memaksakan tujuan

bimbang oleh masalalu
masalalu yang mengandung sesalan
bimbang oleh masadepan
masadepan yang mengandung kecemasan

biar kukubur jiwa yang sakit
ketempat dimana tak kutemui hati plastik
dimana yang ada hanyalah langit

ciracas 071120
posted by buderfly at 1:50 AM 0 comments

Monday, November 12, 2007

puisi basabasi








kata katamu pekak tak bermakna
penghiburanku bagi hambarnya rasa
semalam engkau disana
pagi ini engkau ditempat berbeda
entah nanti siang engkau dimana
sebab tanyaku kau jawab hampa

hanya ada pesta dan upacara
perayaan atas hati yang gembira
pembenar tawa selepas angkasa

siang yang terang
malam yang kelam
aku ingin sembunyi saja
dari siksa mata dunia





Ciracas, 071112
posted by buderfly at 6:18 PM 2 comments

Tuesday, November 06, 2007

Sebelum hujan







pelangi pucat menggaris langit
dalam kurungan mendung
menggantung muram
bumi kita sudah begitu usang
sedangkan percakapan terhenti ditangah jalan
di rimba mana mesti aku temukan
aroma nafasmu yang berdesahan

sebelum hujan
di ladang kering
berabad abad kesepian
ditikami tajam matahari
aku ingin menemukan lagi
seujung pandangan senyummu
yang pernah menyejukkan
lalu memabukkanku

hilangmu menyisakan kematian
berwarna hitam
meninggalkan jejak jejak waktu
mengubur satu demi satu
rambut wangi rumputmu
yang gugur oleh tangis
tak sanggup kuhentikan
entah seberapa ratus tahun lagi
aku menunggu gerimis menemukanmu
sebelum hujan
sebelum kenangan menenggelamkan fikiran…

aku hanya ingin mintakan pengampunan
atas tangis yang kau sembunyikan…

Ciracas, 071106
posted by buderfly at 2:07 AM 0 comments