Monday, September 17, 2007

Hablur









kubawa lara hati
menyusur kota mati
padahal pagi belum lagi siang
tak ada bau matahari dibumi
menangis sampai ke ujung jalan
menyeret luka sepanjang aspal kota
air mata tertabur
lewat pandangan yang mengabur
kuketuk hati yang terkunci
hampaku terbawa bersama laju angin
rintihan dukalara paling memilukan
agar bisa kau baca maknanya luka kambuhan
tertusuk prasangka
diombang ambingkan dendam
berharap dapat kutitip sedih ini
semua mati
semati pagi
pintu batu
di gerbang rumahmu
mengusirku pergi

ciracas, lepas weekend 070917

4 comments:

Anonymous said...

hablur? what's the meaning of?

footprinter said...

it was all coming back like a hurricane, wasn't it?
And not even a tree could be a shelter.

And i'm here, watching the fight for another time. helpless.

Ipoet said...
This comment has been removed by the author.
Mimiamilia said...

dapat kurasa,
hati yang lara,
kerna ia sedang bermain,
dalam diri
yang resah gelisah ini.