Friday, September 07, 2007

Sejengkal sesal










satu dua
kata dari udara
membenamkanku
di lubang batu
hati yang bolong
melongok ke langit
sunyi yang sama
jauh di gua rasa

sonyaruri kini mati
terkubur kenangan tak mau pergi
meski sukmaku melanglang
pada ratusan malam setelah aku kehilanganmu
hanya gema dari tangismu yang tersisa
menikami jantungku
dengan belati rasa bersalah yang mengabadi

puisi ini seperti luka yang kuberi
yang hanya terasa jika kau baca
maaf saja tidak akan pernah cukup

Gempol 070907

2 comments:

Ipoet said...

Gak nyesal mengganti templatenya nih?? hehehe....

Apa yang perlu disesalkan jika itu semua sdh terjadi???

footprinter said...

Suka kok aku templetnya.
Yang lebih suka lagi puisinya keryeenn...